KERAJINAN GENTENG GODEAN; Order Kembali Mengalir

KERAJINAN GENTENG GODEAN; Order Kembali Mengalir

kedaulatan-rakyat online/25 juli 2006

SLEMAN (KR) – Saat ini perajin genteng Godean mulai bernafas lega, karena pasca gempa atau tahap rekonstruksi di daerah Bantul dan Gunungkidul, kini banyak pesanan mengalir. ”Terutama dari daerah Bantul dan Gunungkidul, banyak memesan genteng untuk pembangunan kembali rumah mereka yang ambruk,” ujar Ny Diah Apri Eka Saputra salah satu perajin genteng HD Sokka Super, Godean dari Datkedaulusun Klaci III Margoluwih Seyegan, Minggu (23/7).

Disebutkan, ketika musibah gempa bumi Mei 27/5 lalu, hampir semua perajin genteng di wilayahnya ikut kukut, lantaran banyak tobong yang ambruk. Selain itu, persediaan genteng siap jual juga remuk. ”Ibaratnya saat itu entek sawah entek ngomah. Perajin genteng Godean menjadi jatuh terpuruk,” ujar Ny Diah.

Ny Diah sendiri yang mengelola sekitar 50 tobong, hampir 40 persen roboh rata dengan tanah. Kalau ditaksir, kerugian mencapai Rp 10 juta, berupa tobong dan genteng siap jual yang luluh lantak. Kini, Ny Diah memroduksi berbagai macam genteng dan wuwung, dengan harga bervariasi. Dari jenis Paris Rp 450.000 perseribu biji, Mantili Rp 750.000 perseribu biji, dan Turbo Rp 600.000 perseribu biji. Sedangkan wuwung dijual antara Rp 1.500 sampai Rp 2.000.

”Semua itu merupakan harga di tempat. Sedangkan untuk ongkos angkut bisa dinego menurut jarak pengangkutan,” jelas Diah yang rata-rata produksinya setiap hari 500 sampai 1,000 biji, tergantung bahan baku dan cuaca.

Menurutnya, bahan baku genteng diambil dari Gunung Pare dan Brejo, berupa tanah liat. Kecuali Bantul dan Gunungkidul, selama ini pemasaran genteng produksi Ny Diah juga sampai Temanggung, Wonosobo dan Semarang, sedangkan pembuatan dilakukan oleh 15 tenaga kerja. (Top)-c .

This entry was posted in Indonesia Handicraft News. Bookmark the permalink.

Comments are closed.