Perajin Mendong Pertanyakan Keseriusan BRI

Perajin Mendong Pertanyakan Keseriusan BRI

www.pikiran-rakyat.com

TASIKMALAYA, (PR).-

Keseriusan Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk membeli sebanyak 60.000 tikar mendong asal Tasikmalaya, masih dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini para perajin tikar mendong belum memperoleh kepastian atas pemesanan tersebut. Padahal antara BRI dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) RI sudah sepakat untuk membeli tikar mendong asal Manonjaya Tasikmalaya.

Hal itu terungkap dalam tanya jawab antara perajin tikar mendong dari Koperasi Kompa di Manonjaya, Tasikmalaya dengan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Suryadharma Ali, di Kantor Koperasi Kompa, pekan lalu. Dalam pertemuan itu, terungkap, produk asal Manonjaya Kab. Tasikmalaya ini akan diberikan BRI kepada jemaah haji nasabahnya untuk keperluan ibadah haji.

Tahun 2005 lalu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, dan BRI menyepakati bahwa tikar mendong yang bakal diberikan kepada sebagian jemaah haji Indonesia itu berasal dari perajin asal Manonjaya Tasikmalaya. Namun, akhirnya pemesanan itu batal terealisasi, karena waktunya mepet, BRI menghendaki Bulan Desember 2005 tikar mendong itu harus sudah jadi dan sudah diberikan kepada nasabah.

”Nah untuk pemesanan 2006 ini, kami meminta kepastian apakah bank itu jadi pesan atau tidak, sebab kejadian di tahun 2005 lalu, jangan sampai terulang,” ujar Sakri, salah seorang perajin tikar mendong, yang berdialog dengan Menteri KUKM RI. Selain itu, Sakri maupun perajin lainnya, meminta agar harga nya disesuaikan.

”Kami sudah membicarakan mengenai hal itu, bahkan sudah diperlihatkan berbagai contoh tikar mendong yang bakal dipesan. Jadi sekarang ini, tinggal bagaimana perbankan di cabang menindaklajutinya,” ujar Ali. Ali juga meminta kepada perbankan di cabang untuk segera menindaklanjuti pemesanan tikar mendong tersebut.

Jika memang kedua perbankan itu, tidak serius, maka akan diambil alih oleh kementerian koperasi. ”Kalau memang BRI tidak serius mau membeli tikar mendong tersebut, maka akan dibeli oleh kementerian koperasi, sebab sudah banyak pihak yang mengetahui kalau tikar mendong asal Tasikmalaya ini akan dibeli untuk keperluan ibadah haji,” kata menteri.

Sementara Kepala Dinas KUKM Jabar Drs. H. Mustopa Djamaludin, M.Si., mengungkapkan, kepastian pemesanan memang harus segera terwujud, sebab ada sekira 600 perajin yang menantikan kepastian pemesanan ini.

”Kami dari Pemprov Jabar melalui Dinas KUKM, senantiasa melakukan pemantauan terhadap setiap kinerja perajin untuk menghasilkan tikar mendong yang benar-benar berkualitas,” kata Mustopa. Namun yang patut disegerakan sekarang, yakni masalah kepastian pemesanan, kepastian sistem pembayaran, dan kepastian corak yang dipesan, sehingga pengrajin tidak ragu lagi untuk mengerjakannya. (A-68)***

This entry was posted in Indonesia Handicraft News. Bookmark the permalink.

Comments are closed.