SBY Buka Pameran Kerajinan Internasional
Produksi Penting, Mengembangkan Pasar Lebih Penting
Rabu, 19 April 2006, 11:00:11 WIB/presidensby.info
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara beserta Ibu Mufidah Kalla, Rabu (19/4) pagi, menghadiri sekaligus membuka International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2006) di JCC (Jakarta Convention Center), Jakarta. Pameran berskala internasional ini akan berlangsung hingga tanggal 23 April 2006. Beberapa menteri yang dalam acara ini antara lain Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan jubir Dino Patti Djalal.
Dalam sambutannya sebelum menekan tombol sirine tanda dibukanya pameran, Presiden antara lain mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi kerajinan terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan produk yang tercipta dari tangan-tangan seniman dan perajin di seluruh pelosok tanah air. “Ukiran kayu dari Bali dan Jepara, anyaman bambu dari Jawa, dan masih banyak lagi yang semuanya memiliki potensi ekspor menjanjikan.” Presiden minta agar para seniman dan perajin selalu meningkatkan kualitas, melakukan inovasi serta mengembangkan kreativitas produknya agar bisa bersaing di pasar internasional.
“Di era globalisasi yang kian terbuka ini, tidak dapat dipungkiri berbagai produk seni dan kerajinan dari negara lain akan menjadi saingan produk kita. Karena itulah kita harus bekerja lebih baik, lebih keras dan lebih kreatif untuk selalu mengikuti perkembangan jaman dan permintaan para konsumen. Produksi memang penting, tetapi mencari dan mengembangkan pasar dimana produk bisa diterima juga lebih penting,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycrat Indonesia (Asephi), Rudi Lengkong melaporkan, pameran ini adalah yang kedelapan kalinya diselenggarakan. “Kami dari Asephi terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan pemasaran produk kerajinan Indonesia, sejak bulan April tahun 1999. Di tengah globalisasi yang semakin kompetitif dalam hal mutu dan harga, tentu banyak kesulitan yang dihadapi pengusaha produk kerajinan. Tetapi para perajin dan pengusaha harus terus meningkatkan kwalitas produknya, serta terus melakukan promosi,” kata Rudi Lengkong. (win)