Kayu Eboni :Jadi Andalan Kerajinan dari Palu
majalah handicraft/edisi 21/tahun IV/Oktober 2005
Berbagai macam kayu bisa dijadikan kerajinan.salah satunya adalah kayu Eboni (Diospyros Celebika Bakh),yang didaerah Sulawesi Tengah dikenal dengan nama Kyu Hitam.
Eboni merupakan kayu primadona yang memiliki nilai jual cukup tinggi dibanding kayu Jati.
Kayu yang hanya tumbuh di perbukitan dgn ketinggian 700 m diatas permukaan laut ini selain memiliki ciri khas warna juga mempunyai tekstur kayu yang halus dan merata.Dengan demikian sangat sesuai dijadikan bahan kerajinan.
Kayu warna hitam dan berserat itu ditangan Ir.Made Muliawan,perajin kayu eboni dari Palu,Sul-Teng disulap menjadi berbagai macam kerajinan yang unik.Kayu itu bisa dibuat mebel,vas bunga,asbak,tas,tasbih,kaligrafi dan kotak perhiasan.”Kayu eboni memiliki serat yang bagus dibanding kayu kalimantan yang juga berwarna hitam” kata Made Muliawan yang ditemui majalah handicraft Indonesia.
Lewat usahanya yang diberi nama “Krisna Karya”,Made memulai membuat kerajinan kayu eboni sejak tahun 2002.Selama 3 tahun ini,productnya telah tersebar ke Ujung Pandang,dan Bali.tetapi ada juga yang diexport ke Taiwan.tandas Mde yang tinggal di Jl.Pramugari IV/Blok I/17 BTN Palupi,Palu Sul-Teng.
Bentuk kerajinan kayu eboni yang terdiri dari 30 macam,diantaranya memiliki design yang unik seperti vas bunga dan asbak.Selain berwarna kilap karena proses finishing dengan melamin,juga ada yang digosok dengan batu hiaju.
Melaui tangan yang trampil,Made selalu memperhatikan kualitas product dalam setiap pahatan,baik melaui goresan tangan ataupun alat mesin .”Saya ingin kerajinan dari Palu ini sejajar dengan kerajinan Bali “kata Made.
Kualitas kayu eboni untuk kerajinan memang harus memenuhi syarat.Kayu eboni yang biasa diambil untuk kerajinan harus berusia 200 tahun dan memiliki diameter seperti kayu jati.”dibawah umur 20 tahun belum pantas dijadikan bahan kerajinan.”ucap Made yang menjadi mitra binaan PT Jamsostek Sul-Teng.
Harga kerajinan kayu eboni sangat variatif,mulai Rp.5.000,- s/d Rp.100.000,- untuk yang berbentuk kapal-kapalan.
Tas Ekslusif Dari Kayu Eboni.
Berbeda dengan perajin dari daerah lain,di Plau para perajin dapat mengembangkan kerajinan berbahan kayu eboni untuk kebutuhan fashion.Hasilnya adalah sebuah product tas yang bermutu tinggi dan tidak kalah menarik denag tas dari serat alam atau tekstil.bisa dipakai ke kantor atau acara santai.
“Didaerah kami,kayu eboni termasuk jenis kayu langkah,karena itu bahannya cukup mahal dan jenis kayunya eksklusif,maka terpikir untuk menciptakan kerajinan tas dari kayu tersebut.”ungkap Bambang salah seorang perajin dan pemerhati kerajinan kayu eboni dari Palu.
Tekstur dan guratan serat kayu eboni sangat natural,sehingga hanya dengan sedikit sentuhan seperti menambahkan panel berupa gantungan tas dari kuningan sudah terlihat mewah dan eksklusif “tambah Bambang.
Product tas dari kayu eboni memang terbilang unik,karena dengan tebal 3 milimeter sudah tampak titik keindahan tas tsb.Ini dipertegas lagi dengan warna kuning keemasan dari gantungan tas sebagai kombinasi yang berfungsi untuk menambah nilai artistik pada tas kayu berwarna gelap itu.
Ukuran dan model tas yang tersediapun beragam.”Tas buat pesta dari kayu eboni ini ukurannya menyesuaikan,ada yang kecil,sedang hingga yang besar.Jadi para buyer bisa menyesuaikan kebutuhan tas tsb,karena ada yang dipakai ke acara resmi,ke kantor dan ke pesta,jelas Bambang.
“Adalagi gantungan tas yang berbentuk rangkaian beberapa bulatan kayu seperti tasbih,yang dapat difungsikan sebagai gantungan tas,juga menambah nilai naturalistik tas tersebut ujar Bambang yang juga staff Dinas Perdagangan dan Koperasi Provinsi Sulawesi Tengah.(tra/ftr)