KERAJINAN BAMBU DI SANGGRAHAN ; Pasca Gempa Order Meningkat
Tuesday, 22 August 2006/kedaulatan rakyat online
BANTUL (KR) – Permintaan berbagai jenis kerajinan bambu produk warga Dusun Sanggrahan Kowen II Timbulharjo Sewon, pasca gempa bumi meningkat tajam. Bahkan para perajin mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang datang, terutama untuk jenis kerai, selintru dan lincak.
Sedangkan harga untuk seluruh jenis kerajinan juga naik seiring dengan naiknya harga bahan baku berupa bambu. â€Saat ini harga bambu naik sekitar 25 persen dari sebelum terjadi gempa.
Sehingga mau tidak mau kami juga harus menaikkan harga jual,’ kata Basir, salah seorang perajin bambu di Dusun Sanggrahan.
Harga kerai per meter persegi yang sebelum gempa Rp 17.500 kini naik menjadi Rp 20 ribu, lincak ukuran panjang 2 meter yang sebelumnya Rp 50 ribu kini naik menjadi Rp 85 ribu. Sedangkan selintru yang panjangnya 2 meter dan tinggi 1,5 meter kini dijual dengan harga Rp 350 ribu sedangkan sebelum gempa hanya Rp 250 ribu.
Selain dipicu oleh naiknya harga bambu, namun juga harga pelitur yang juga ikut naik. â€Kami terpaksa menaikkan harga jual untuk mengikuti harga bahan baku dan bahan pendukung lainnya. Namun kenaikan harga jual itu masih dalam tingkat yang wajar,†tambah Basir. Industri kerajinan bambu di Sanggrahan, sebenarnya mampu berkembang dan menjadi andalan penghidupan warga setempat. Namun karena keterbatasan modal, maka produksi hanya dilakukan sesuai dengan order yang datang. Bahkan, menurut Basir, beberapa produk kerajinan yang dia buat mampu menembus pasar luar negeri setelah dibeli oleh buyer.
Dusun Sanggrahan memang dikenal sebagai sentra industri kecil kerajinan bambu, meski belum banyak dikenal masyarakat umum. Dusun itu sebelumnya lebih dikenal sebagai sentra industri gedek atau kepang. Namun seiring dengan perkembangan zaman para perajin mulai beralih ke beberapa jenis kerajinan bambu yang dinilai lebih prospektif dan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.Â
Hingga saat ini, menurut Basir di Sanggrahan masih terdapat beberapa perajin yang lihai membuat aneka jenis kerajinan berbahan baku bambu. â€Jika ada modal cukup, kami optimis produk kerajinan bambu akan berkembang dengan baik dan mampu menembus pasar internasional,†katanya. (Can)-g.