Dacin—Angkat Kembali Kejayaan Perajin Bali
balipost.co.id
Kecil itu indah! Akar pun yang tak bermanfaat ketika disentuh kreativitas perajin Bali menjadi sangat berharga. Sayangnya perhatian pemerintah dirasa kurang terhadap nasib perajin ini. Nasibnya tak seindah karyanya. Mereka (perajin-red)Â mencari sendiri pasar — bahkan ada yang mengandalkan kedatangan turis ke Bali. Ketika turis sepi, perajin ini banyak yang beralih profesi.
TURIS mancanegara maupun nusantara yang datang ke Bali rasanya belum klop pulang tanpa membawa cenderamata Made in Bali. Promosi dari mulut ke mulut ini telah menjadikan produk kerajinan tangan Bali sangat dikenal di mancanegara maupun di pasar domestik. Kerajinan tangan ini telah menghidupi ratusan ribu krama Bali tersebar merata di seluruh Bali.
Kelesuan pada pariwisata menimbulkan keterpurukan pada industri kerajinan Bali. Ada kecenderungan produk Cina, Vietnam, dan India lebih diminati di negara-negara yang juga menjadi pasar ekspor kerajinan Bali.
Perlakuan pemerintah terhadap perajin di Bali sangat berbeda dengan apa yang terjadi di negara tetangga Malaysia, Thailand dan Cina. Pemerintah negara ini sangat mendukung pengembangan perajin di sentra-sentra industri kerajinan. Dukungan itu tak hanya modal, juga pasar termasuk penguatan sumber daya manusia (perajin) dalam menghadapi globalisasi. Cina, misalnya, yang baru membuka pasarnya sudah menjadi ancaman negara-negara maju termasuk Bali. Tak terlalu sulit mencari produk Cina di Bali maupun kota lainnya di Indonesia. Mulai dari kerajinan keramik, tekstil, elektronik sudah ada di pasar.
Kita tentu banyak berharap Pasar Kerajinan Bali di Pasar Oleh-Oleh Bali di Jalan Raya Kuta 88, Tuban, Bali yang memamerkan berbagai barang cenderamata dapat meningkatkan kreativitas dan produksi kerajinan para perajin di Bali. Pasar kerajinan pertama kali di Bali ini sangat penting dan tepat waktu. Di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi Bali pascabom Bali II, sentra-sentra kerajinan sebagai basis ekonomi kerakyatan, perlu terus-menerus dikembangkan. Dengan adanya Pasar Kerajinan Bali di Pasar Oleh-Oleh Bali ini, kreativitas para perajin akan membuat produksi kerajinan semakin dikenal, tidak saja di dalam negeri, juga di luar negeri. Pada gilirannya kejayaan industri kerajinan yang pernah dicapai tahun 1980-an bisa terulang lagi.
Industri kerajinan sebagai bentuk perpaduan antara keterampilan tangan dengan nilai-nilai seni dan keindahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Bali. Telah sejak lama para perajin di Bali menggali, mengembangkan, dan melestarikan warisan budaya dalam berbagai corak dan ciri khasnya. Kerajinan khas Bali sangat potensial untuk ditingkatkan menjadi komoditi perdagangan yang memiliki daya saing yang tinggi. Tinggal sekarang peran pemerintah daerah, untuk menjadikan produksi kerajinan sebagai komoditi unggulan dalam meraup devisa.
Dari jumlah tenaga kerja, ada ratusan ribu orang bekerja di berbagai sentra kerajinan. Ini tersebar di seluruh Bali. Bayangkan, kalau masing-masing sentra kerajinan tumbuh, perekonomian rakyat akan berkembang. Ini tulang punggung ekonomi kerakyatan. Mereka menghasilkan beragam seni kerajinan, mulai dari anyaman daun dan bambu, ukiran kayu, kain tenun dan kain ikat tradisional, batik, keramik, hingga kerajinan perak dan emas. Di samping mereka yang benar-benar bekerja sebagai perajin, kegiatan ini dapat pula dilakukan sebagai pekerjaan sambilan untuk menambah penghasilan. Kegiatan yang positif seperti ini harus didukung, dikembangkan dan dilestarikan.
Dalam kerangka industri dan perdagangan global, industri kerajinan harus terus didorong agar dapat memenuhi standar kualitas serta tuntutan pasar, baik pasar domestik maupun pasar internasional. Yang lebih penting lagi perlu dibangun jaringan yang kuat, sehingga perajin dapat bersaing di pasar global. Strategi yang perlu dibangun untuk bersaing di pasar global itu antara lain dilakukan melalui pengembangan desain dan produk inovasi terbaru. Dengan desain dan produk yang berkualitas akan terbentuk standardisasi harga yang sesuai dan dapat merebut pasar perdagangan kerajinan di negara lain.* wirya