Ngabean – Bunga Kering Dan Souvenir Bahan Alami

Ngabean – Bunga Kering Dan Souvenir Bahan Alami
bantulbiz.com/Craft

Bunga menambah keindahan dan keasrian ruang tamu kita. Tapi terkadang kita merasa repot jika harus mengganti air maupun bunga tersebut tiap hari. Untuk itu sekarang banyak toko-toko yang menjual bunga yang terbuat dari plastik dan bahan alami, agar kita tidak terlalu repot mengganti bunga yang asli tiap hari karena sudah layu. Saat ini bunga yang terbuat dari bahan alami atau yang sering disebut bunga kering, banyak penggemarnya. Selain harganya yang terjangkau, bunga tersebut bentuknya unik dan bahan yang digunakan tergolong ramah lingkungan.

Para perajin di daerah Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul membaca akan peluang usaha tersebut. Mereka kemudian membuat beraneka macam kerajinan bunga kering. Selain itu mereka juga memanfaatkan sisa-sisa bahan bunga kering menjadi berbagai macam souvenir antara lain pensil, gantungan kunci dan hiasan dinding. Bahan-bahan yang digunakan antara lain bunga cemara, sogo telik, serat pohon pisang, serabut kelapa, pasir pantai, sisa gergaji, biji-bijian dan masih banyak yang lainnya.

Untuk masalah pengadaan bahan baku tidak menemui banyak kendala. Karena bahan-bahan tersebut mudah didapatkan di sekitar daerah Bantul. Di Ngabean ini terdapat sekitar 60 perajin. Rata-rata tiap perajin bisa menghasilkan 100 bunga kering dan 500 souvenir tiap harinya, ujar Gunawan (24) sebagai salah satu pengurus karang taruna di Ngabean.

Untuk saat ini pemasaran bahan kerajinannya melalui satu pintu, yaitu lewat karang taruna Ngabean yang dikenal dengan nama Belia. Hal ini sudah di sepakati perajin di daerah ini, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat antar perajin di Ngabean, Tutur Ely (23) salah satu anggota karang taruna Ngabean kepada Bantulbiz.com. Harga yang ditawarkan sangat murah tergantung dengan model, bahan dan ukurannya. Untuk gantungan kunci dan pensil harganya berkisar Rp 750 Rp 1.500, sedangkan bunga kering berkisar antara Rp 1.000 Rp 5.000 tiap bijinya. Tiap harinya bisa terjual sekitar 1000 buah.

This entry was posted in Indonesia Handicraft News. Bookmark the permalink.

Comments are closed.