Kerajinan kulit jagung Solo akan ikut Inacraft,Dinkop pasang target tumbuhkan 4.000 UKM

Kerajinan kulit jagung Solo akan ikut Inacraft,Dinkop pasang target tumbuhkan 4.000 UKM
Solo (Espos)
Edisi : Jum’at, 24 Februari

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop & UKM) Solo memasang target dapat menumbuhkan 4.000 wirausaha atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru dalam kurun waktu lima tahun, sejak tahun ini.
Sejumlah pengrajin Solo optimistis target itu dapat dicapai dinas tersebut, apabila didukung program-program yang berorientasi penciptaan lapangan kerja baru. ”Target kami 4.000 wirausaha baru bisa tumbuh dalam waktu 5 tahun. Cukup banyak sektor potensial yang masih bisa digarap untuk menumbuhkan lapangan kerja baru,” jelas Kepala Dinkop & UKM, Supradi Kertamenawi ketika ditemui Espos di sela-sela tatap muka pengrajin kulit jagung yang tegabung dalam Koperasi Solo Sekar Asri dengan Dinkop, pengurus Asosiasi Eksportir Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), pengurus Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) dan sejumlah eksportir lainnya, di Aula Dinkop Solo, Kamis (23/2).
Supradi mengungkapkan target tersebut selain menjadi bagian dari program nasional, juga menjadi program Pemkot Solo. Dengan menumbuhkan sekitar 4.000 wirausaha baru maka akan menurunkan angka pengangguran di Kota Solo. Selain itu juga menciptakan lapangan kerja baru.
Data yang dimiliki Dinkop, hingga kini menunjukkan sektor usaha yang bergerak pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Solo sebanyak 7.000 UKM. Sehingga dengan adanya target tersebut maka diharapkan ada peningkatan sektor UKM di Solo.
Guna mendukung program tersebut pada APBD tahun ini, Pemkot telah menganggarkan Rp 400 juta untuk pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, sektor pontensial yang masih bisa dikembangkan untuk penciptaan lapangan kerja baru atau wirausaha baru pada sektor handicraft atau kerajinan tangan. Produk-produk handicraft ini tak hanya berupa aksesoris, termasuk juga didalamnya makanan, dan lainnya.
”Tentu saja kita akan create program-program yang mendukung target ini,” ungkap dia.
Ikuti Inacraft
Menanggapi hal ini Ketua Koperasi Solo Sekar Asri-bergerak pada usaha pembuatan kerajinan kulit jagung, Maria Ardhie menilai target Pemkot bisa terealisasi jika didukung program pelatihan berkesinambungan. Di antaranya pelatihan kerajinan kulit jagung yang telah dilakukan Pemkot beberapa waktu lalu.
”Mantan peserta pelatihan itu, ada sekitar 50 orang yang terdiri dari kalangan ibu rumah tangga, Karang Taruna, PKK membentuk koperasi yang memproduksi berbagai aksesoris dari kulit jagung,” sebut dia.
Saat ini, tak hanya sebatas mantan peserta pelatihan, sejumlah masyarakat umum terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga juga tertarik untuk bergabung dalam produksi ini.
Produk yang dihasilkan berbagai jenis aksesoris dari mulai tas, bunga, hingga hiasan rambut. Penasehat Asephi Solo, Slamet Raharja menyebut produk-produk itu nantinya akan dipamerkan dalam Inacraft 2006 pada April mendatang di Jakarta.
”Ini kan sama saja mengurangi pengganguran, karena dalam produksi seperti ini, tetangga maupun saudara yang masih menganggur bisa bergabung,” sebut Slamet. Disebutkan dia, untuk menumbuhkan wirausaha baru, Pemkot harus membuat pelatihan yang berkelanjutan, hingga produk yang hasil pelatihan yang dibuat peserta telah memenuhi selera pasar dan standar kualitas. – rys

This entry was posted in Indonesia Handicraft News. Bookmark the permalink.

Comments are closed.